BerASTREA, setengah aceh
Libur semenster ganjil yang lalu, aku dan teman-teman ku bertiga bersepakat untuk melakukan touring kecil-kecilan menggunakan motor astrea. Perjalanan ini kami melalui rute gunung singgah mata, dimana nantinya akan tembus ke kabupaten Aceh Tengah.
Kami memulai start dari abdya pukul 07:00 pagi menggunakan dua motor astrea, 3 nyawa (orang). Pada saat perjalanan tepatnya di gunung tran, nagan raya kami dilanda hujan yang cukup deras yang membuat seluruh pakaian yang kami gunakan pada saat perjalanan itu basah semua, dan pada akhirnya kami berhenti sejenak untuk menunggu hujan nya reda.
30 menit sudah hujan tak kunjung reda, melihat hal itu kami terpaksa melanjutkan perjalanan dalam hujan, takutnya nanti kami kemalaman di gunung singgah mata, jikalau kami berhenti nya cukup lama.
Saat itu jam telah menunjukkan pukul 11 lewat, di sepanjang jalan pun hujan masih deras, mau gimana lagi terpaksa kami harus menerobos kondisi saat itu.
Saat hendak memasuki kawasan beutong bawah hujan disana pun sama seperti pada saat kami di gunung tran tadi, tanpa pikir panjang lagi kami tetap melanjutkan perjalanan dan pada saat di beutong bawah menuju beutong atas itu jalan nya lumayan curam, dan tanjakan nya pun lumayan tinggi, kami mulai menaiki gunung singgah mata sedikit demi sedikit, melawan curah hujan yang cukup deras dan juga kabut yang mulai menyelimuti badan jalan, dan jarak pandang pun terbatas.
Dalam kondisi hujan yang begitu kami pun tak lupa untuk mengabadikan moment di wilayah gunung singgah mata tersebut, namun yang disayangkan kami tidak bisa untuk menikmati panorama yang indah dari puncak gunung singgah mata itu dikarenakan kabut yang cukup tebal menghalangi keindahan panorama itu.
Setelah melewati gunung yang tinggi itu, dan telah memasuki kawasan perbatasan nagan raya dan aceh Tengah pemandangan di wilayah tengah pun tak kalah indah nya dengan gunung singgah mata, panorama yang tadi tidak bisa kami nikmati akhirnya terganti pada saat kami telah memasuki wilayah tengah ini.
Indahnya bukit, dan perkebunan warga setempat, dan tanaman serai wangi membuat hati sangat lah damai melihat nya. Beruntung nya hujan tidak lagi di daerah tersebut dan pastinya kami sangat menikmati suasana di sepanjang jalan itu.
Sesampai di sana kami lansung menuju ke sebuah kebun kopi yang terkenal dan bahkan mempunyai kualitas kopi dan rasa yang luar biasa yaitu "galeri kopi Indonesia".
Tibanya kami disitu pukul enam sore dengan kondisi tubuh yang masih basah tentunya kami beristirahat sejenak disitu dengan menikmati kopi dan juga menghangatkan badan dengan membuat api unggun kecil-kecilan yang tersedia di kebun kopi tersebut. (Bersambung)



Komentar
Posting Komentar