AKU, MOTOR TUAKU, & CERITAKU

 

foto: khasnanrafiqa

Aceh tengah merupakan salah satu kabupaten/kota yang berada di Kawasan tengah provinsi aceh, kabupaten aceh tengah dikelilingi oleh “Danau Lut Tawar” aceh tengah ini memiliki sangat banyak tempat wisata yang sungguh luar biasa. Terlepas dari banyaknya tempat wisata yang ada di aceh tengah ini, aceh tengah sering dikenal dengan “Takengon” ini memiliki banyak sekali keunikan, diantaranya dibidang kesenian, kehidupan sosialnya, dan juga bahasanya.

 

Takengon ini salah satu daerah yang seringkali dikunjungi oleh wisatawan, baik itu wisatawan yang dari aceh maupun dari luar provinsi aceh. Takengon juga dikenal dengan negeri diatas awan, karna panoramanya yang indah ditambah lagi apabila kabut menyelimuti kota takengon ini pastinya kita akan dibuat terpesona dengan panormanya, ditambah udara yang cukup dingin.

 

foto:khasnanrafiqa

foto:khasnanrafiqa

 Takengon juga terkenal dengan “Negeri 1000 Rasa Kopi” ucap saya sih hehe…

jika kita berwisata ke daerah takengon kita pasti akan melihat banyak sekali kebun kopi yang menemani perjalanan kita, pastinya dari kebun kopi yang banyak itu tentunya akan mengahsilkan berbagai macam rasa kopinya dan pastinya mempunyai khas rasa nya tersendiri.

 

Kali ini saya sedikit bercerita tentang perjalanan saya menuju kota dingin ini (TAKENGON). Seperti orang pada umumnya sih saya melakukan perjalanan menuju takengon ini untuk berliburan sambal bersilaturahmi dengan saudara saya yang ada disana, tapi perjalanan kali ini sedikit berbeda dengan orang lain, saya melakukan perjalanan ini menggunakan besi tua (Motor Tua). Motor yang saya gunakan ialah motor bebek jenis Astrea Grand Tahun 1997.

 

Perjalanan saya dimulai di hari jumat tgl 30 desember 2022, pukul 7:30 saya memulai perjalanan menggunakan kuda besi saya ini, walaupun sudah jaman tapi saya sangat suka jika berpergian menggunakan astrea ini, yang pastinya minyaknya sangat irit…

 


Berawal dari banda aceh saya menempuh perjalanan ke bireun dulu, hampir 4 jam saya dijalan menuju bireun, yang paling saya suka berpergian dengan motor ini kita dapat dengan leluasa untuk menikmati keindahan alam yang ada dan menemani kita selama perjalanan.

 

Sampai di bireun sekitar pukul 12 lewat lah, jadinya saya berhenti sejenak untuk melaksanakan shalat jumat dulu di Masjid Agung Sulthan Jeumpa. Selesai menunaikan shalat jumat sekitar pukul 2 siang saya kembali melanjutkan perjalanan menuju kota dingin itu, biasanya sih dari bireun menuju takengon itu sekitar 2 jam sih, tapi karena saya mengendari besi tua ini sekaligus menikmati perjalanan jadinya lumayan telat juga masuk ke takengon nya, sudah hampir magrib hehe…

 



Ditengah-tengah perjalanan kita harus melewati yang Namanya kabupaten benermeriah, nah di Kawasan benermeriah ini udara nya sangat dingin, dan juga tanjakan yang luar biasa teman-teman…yang Namanya kita bawa motor tua juga harus berhati-hati juga teman-teman, jadinya saya santai aja teman-teman sambal menikmati sekali-kali berhenti untuk memberi jeda untuk motor, biar tidak terlalu panas mesinnya, dan yang pastinya biar rem nya kembali normal biar ga panas.

 

Setelah sampai hampir magrib tadi saya lansung kerumah saudara saya yang ada daerah dedalu, kecamatan laut tawar, ya…istirahat sebentar bersih-bersih atau Isoma lah istilahnya (Istirahat sholat Makan), selesai isoma malamnya kami menuju ke tempat kopi yang terkenal di takengon yang kata orang-orang sih kopi nya terkenal….jadi lansung menuju kesana nama tempatnya “GALERI KOPI INDONESIA” sembari menunggu kopinya datang saya menghangat kan tangan dengan membakar kayu yang telah di sediakan disitu biasanya dikenal dengan “Muniru”…

 



Hampir 2 jam lebih saya duduk disitu sambil minum kopi dan muniru, akhirnya saya kembali pulang kerumah saudara saya lagi untuk istirahat karna besok nya akan pergi ke beberapa tempat wisata yang ada di takengon….

 

Keesokan harinya 31 Desember 2022, dimana hari menjelang pergantian tahun saya melanjutkan perjalanan untuk memanjakan mata ke salah satu bukit sih menurut saya yang dikenal dengan “BUR TELEGE” jadi burtelege ini dulunya itu terdapat sebuah sumur yang ada di atas bukit dimana dulunya air di sumur itu tidak pernah habis…

Selain adanya cerita seperti itu bur telege ini juga banyak menarik para wisatawan dengan keindahan panoramanya, dan juga terdapat banyak sekali spot foto yang ada di Kawasan bur telege itu…

 



Sekitar 1 jam saya berada di bur telege sambil menikmati alam, pemandangan, dan juga bersua foto, saya turun kembali melanjutkan perjalanan menuju “PANTAN TERONG” Pantan Terong ini sebuah bukit yang terletak di puncak bukit Dataran Tinggi Gayo, Takengon, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Bukit ini berada pada ketinggian lebih dari 1.350 meter di atas permukaan laut. Di tempat ini, selain tampak ibu kota Takengon dan Danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan Pacuan Kuda Belang Bebangka di Kecamatan Pegasing juga terlihat begitu indah. Jadi walaupun Bur Telege dan Pantan Terong ini berada di puncak yang tinggi tapi kedua nya memiliki ciri khas nya masing-masing, jadi bagi teman-teman wajib berkunjung kesini…

 

Jadi malamnya mendekati detik-detik pergantian tahun baru saya seperti biasa tidak terlalu wahh gitu, karna tujuan awal ke takengon ini pergi jalan-jalan dan bersilaturahmi dengan saudara…

 



Esok hari tgl 1 januari 2023, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju kewarkop yang berada di pinggiran danau lut. Tawar, tapi sebelumnya juga harus sarapan dulu teman-teman, harus sarapan tiap pagi ya…biar ga naik asam lambung nya hahaha…

 

Selesai menikmati kopi di pinggiran danau, saya kembali lanjut mengendarai motor tua saya menuju ke “PANTAI MENYE” jadi pantai Menye salah satu pantai paling populer di dataran tinggi Gayo. Oleh karena itu, tidak lengkap ke Aceh Tengah, jika belum berfoto di destinasi yang kekinian ini. Selesai dari pantai menye ini saya melanjutkan perjalanan mengelilingi danau tersebut karna lokasi pantai menye ini teman-teman berada di ujung danau jadi ibaratnya kita telah menelusuri sebelah sisi dari danau tersebut, jadi rugi dong kalua tidak dilanjutkan lagi…jadi jarka tempuh untuk mengelilingi danau tersebut sekitar 8 atau 9 jam gitulah…seharian gitu…

 

Walaupun sudah ke beberapa tempat wisata yang ada di dataran tinggi gayo ini bukan berarti sudah habis tempat wisatanya, masih banyak teman-teman tempat wisata yang ada disana berhubung saya tidak lama disana, jadi saya hanya mengunjungi yang umumnya saja teman-teman…


 

 

Jika kita ingin menelusuri lebih dalam keindahan yang ada di kota dingin ini tentunya tidak cukup hanya 3 hari disana…

 

Jadi next time kita lanjut lagi teman-teman, ke daerah lain ya…samlekom....

 

 




 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK RUANG RINDU

"TOP DABOH" KESENIAN MELEGENDA

PESONA DANAU LUT TAWAR TAKENGON